Yes Outdoor : Matahari baru saja menampakkan perwujudannya, sinarnya yang hangat menembus tipis kabut yang masih melayang rendah di area bukit ini, ketika handphone bergetar beberapa kali.

Rasa penasaranku seketika memancing keinginan untuk tahu ada info apa hingga getarannya terus berlanjut sampai 8x, mungkin lebih.


Ternyata ada juragan kripik usus, Parman yang sepertinya telah  ber-kongkalikong dengan dek Hari Bgog. Kecurigaan yang terbukti kebenarannya saat mereka berdua membahas topik yang sama.

Yang 1 Penuh Semangat & Yang 1 Lagi Muka Memelas

Kang, naik gunung Gede yuk!


Begitulah kira-kira isi ajakan mereka berdua. Rupanya mereka mau bernostalgia beberapa tahun yang lalu saat mendaki Gede :) Haha.. ketahuan dah. Awas ada perang lagi bro :)


Sebenarnya bukan hal yang sulit sih untuk mengiyakan ajakan mereka. Toh mereka juga sudah terbiasa naik gunung. Ups.. maksudnya bro Hari.. kalau Parman sih sebagai anak manja, sudah pasti angin-anginan. Terakhir naik bareng Parman saat ke Sindoro, ketika dia mengubur semua kenangan masa lalunya serta berkas-berkas terkait, di area dekat puncak Sindoro jalur Tambi.


Kalau bro Hari Bgog? Ah.. dia seorang pendaki sejati. Apalagi sekarang sudah punya usaha sewa dan jual beli peralatan outdoor. Mantap.




Padahal baru beberapa hari kemarin dia mendaki Merbabu. Tapi apa daya, karena pertahanan yang rapuh, akhirnya runtuhlah juga dia oleh rayuan Parman yang suka memasang wajah memelas.

Dan terakhir kali saya mendaki sama dia adalah ketika ke Slamet, Januari tahun lalu. Hmm.. lama gak ketemu dua orang adek yang gak pantas disebut adek ini.

So, gimana ya? Haruskah mengiyakan ajakan ( lebih tepatnya sih rayuan ) mereka untuk mendaki? Tapi waktunya itu loh bro.. alamak :)

Kemarin papa minta saham, sekarang adik minta naik gunung :)

*** dedicated for my brother Parman & Bgog